Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Wednesday, November 04, 2009

Perusahaan Qatar Akan Buat Film Tentang Nabi Muhammad

Seringnya Barat menyalahpahami Islam, membuat perusahaan Qatar berinisiatif membuat sebuah film tentang Nabi Muhammad. Barrie Osborne, yang pernah menjadi produser Lord of The Ring (LOTR) dan The Matrix akan memproduseri film ini. Biayanya tak tanggung-tanggung, sekitar Rp. 1,4 Trilyun.
Sesuai aturan di Islam, sosok Nabi Muhammad juga tidak akan ditampilkan oleh seorang aktor. Saat ini, rencana pembuatan film ini sedang diproses dengan pembicaraan yang dilakukan dengan pihak studio, agen pencari bakat, dan distributor di Amerika Serikat dan Inggris.
Pusahaan media Alnoor Qatar --yang akan membuat film ini-- menyatakan, pihaknya membutuhkan pemain-pemain dengan talenta internasional terbaik untuk tampil bermain dalam film tersebut.
"Alnoor Holdings sedang melakukan pembicaraan dengan studio, agen bakat, dan distributor di AS dan Inggris," kata Hashemi.

Acara peluncurannya dilakukan di Doha akhir pekan lalu. Tokoh ulama internasional Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi juga akan dilibatkan sebagai konsultan pada film ini.
Osborne, yang seorang veteran industri film lebih dari 40 tahun, mengatakan film ini akan menjadi "epik internasional yang bertujuan menjembatani produk budaya." "Film ini akan mengajarkan kepada orang-orang akan sebuah ajaran yang sebenarnya dari Islam," ujar Osborne, seperti dilansir Reuters, Senin (2/11).
Film direncanakan akan digarap tahun 2011. Diperkirakan film ini akan meraup biaya US$ 150 juta (Rp 1,4 Triliun).
Berbicara tentang film, Al-Qaradhawi menyindir bahwa ia berharap bahwa Osborne akan menjadi seorang Muslim pada akhir proyek.
Al-Qaradhawi mengatakan, distorsi gaya tentara salib terus mempengaruhi populasi dunia dalam melakukan pencitraan. Menurutnya, selama ini Islam tidak diberikan kesempatan untuk memperbaiki kisah-kisah palsu, sebagaimana orang Kristen telah menggunakan media.
Menurut Al-Qaradhawi, banyak kisah kehidupan Nabi Muhammad yang layak diangkat dan didokumentasikan. Mulai ternak hingga kehidupan pribadinya.
"Ada lebih dari 1,5 milyar Muslim di seluruh dunia, dan Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia. Kisah Nabi memiliki relevansi yang besar bagi Muslim dan non-Muslim, dan Alnoor sangat senang untuk mengumumkan sebagai proyek pertama kami," tambah Hashemi.
Sumber:hidayatullah.com

Friday, October 16, 2009

Rasa Malu

Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. ''Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,'' begitu mottonya.



Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;'' riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

Berdasar riwayat Ibnu Umar,
Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya. Ia hanya akan menerima kesusahan (dari orang banyak yang marah kepadanya). Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya.

Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.''(republika.com)

Monday, September 28, 2009

Miskin Karena Bersedekah?

Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.

Berbeda dengan amalan lain sebagai ciri keimanan yang sahih seperti shalat dan puasa. Pada kedua amalan yang lebih bersifat individual ini tidak perlu ada rasa bekorban kepemilikan, cukup dengan bekorban waktu selain kemauan. Untuk bersedekah ini sungguh terasakan lebih berat sehingga akan lebih jarang diamalkan dibandingkan dengan shalat dan puasa. Oleh karena itu, sekalipun seseorang sudah menjalankan shalat dan puasa tetap perlu dipertanyakan keimanan sahihnya jika yang bersangkutan masih tetap enggan bersedekah.
Dalam sejarah Islam kita kenal Fatimah Az-Zahra ra yang ikhlas bersedekah seuntai kalung warisan kepada musafir yang kehabisan bekal dan tiga hari tidak makan karena tidak ada lagi barang yang layak dijual. Dengan kalung tadi si musafir menjadi cukup bekal setelah menjualnya kepada Abdurrahman bin Auf ra.
Tetapi, begitu mengetahui keikhlasan Fatimah dalam bersedekah, segera Abdurrahman menghadiahkan kalung tadi kepada Nabi saw, ayahanda Fatimah, pemilik awalnya. Bisa ditebak, akhirnya kalung itu pun kembali ke tangan Fatimah setelah melewati tiga orang sebagai hadiah dan tercatat sebagai amalan sedekah.
Sungguh, bersedekah secara ikhlas akan mendapatkan ganti. Ini tidak saja ada dalam tarikh terdahulu. Dalam kehidupan nyata di lingkungan kita pun demikian halnya. Orang yang banyak bersedekah justru rezekinya melimpah, kehormatannya tinggi, dan harta kepemilikannya diakui bahkan dijaga keselamatannya oleh orang lain.
Agaknya belum pernah tercatat orang yang banyak bersedekah berakibat miskin. Sungguh dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya.
Untuk bersedekah, tidak ada ketentuan jenis barangnya (QS 2:267), tidak juga ditentukan jumlahnya (QS 3:134), tidak pula sasaran penggunaannya (QS 2:215). Artinya, benar-benar terserah sesuai kondisi orangnya. Itu jika bersedekah harta. Bagaimana jika kita kekurangan harta benda?
Hadis Nabi riwayat Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa bisa juga bersedekah tanpa materi. Berzikir, berdakwah, mendamaikan perseteruan, berkata yang baik, membuang duri dari jalanan, membawakan beban orang lain, bahkan tersenyum pun bisa bermakna sedekah. Masihkah kita enggan bersedekah setelah kita mengaku beriman sahih? Wallahu a'lam bish shawab (sumber: republika.online.com)
Tutorial Blog-Blog Islam-Cara Membuat

Saturday, September 12, 2009

Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar


Sebagaimana kita ketahui Allah menurunkan Al Quran dalam bulan Ramadan dan malam turunnya Al Quran itu adalah malam qadar, malam yang penuh keberkatan sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam firmannya:
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahterahlah (malam itu) sampai terbit fajar. " (QS.Al Qadr ayat 1-5)

Juga diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Aisyah, Rasulullah bersabda:
“Carilah dengan hati-hati sekali malam Al Qadar itu di malam-malam yang ganjil dari puluhan yang akhir dari Ramadan.”
Dari firman Allah dan hadis tersebut di atas kita mengetahui bahwa malam Lailatul Qadar terjadi dalam bulan Ramadan pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui kapan malam yang nilainya sama dengan seribu bulan itu akan datang, terlebih lagi di negeri kita sering terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan yang menyebabkan perbedaan jatuhnya hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir.

Maka sebaiknya di setiap malam sepuluh hari terakhir itu kita selalu mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah, yaitu memperbanyak salat, istighfar, tahlil, tahmid dan ibadah-ibadah lainnya.
Banyak pertanyaan apakah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar itu? Tentang ciri-ciri malam Lailatul Qadar banyak ulama yang bebeda pendapat, tetapi berikut ini adalah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang sering diceramahkan ataupun dituliskan oleh para ulama:
Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud kepada Allah.
Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) akan melihat semuanya terang benderang walaupun suasananya di tengah malam.
Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.


Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu dikabulkan segala doanya.
Dan kelima, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.
Karena bulan Ramadan adalah bulan yang utama, bulan yang penuh berkat sebagaimana telah dijanjikan Allah, kiranya akan lebih baik kita memperbanyak ibadah terlebih lagi di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan tidak usah mengingat ciri-ciri malam Lailatul Qadar.
Sumber:detik.com
Tutorial Blog-Blog Islam-Cara Membuat

Monday, September 07, 2009

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang, tenteram dan damai. Ketika diri Anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan or-ang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda!
Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih. Menebar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, "... meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri." (Al-Hadits) Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Gaib.
Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya; rasa, warna, dan juga hakekatnya. {Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.} (QS. Al-Lail: 19-21)
Sumber : La Tahzan

Saturday, August 29, 2009

Kepompong Ramadhan

Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim)
Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat burlu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.
Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur'an dan Al Hadits.
Jika proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli adalah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam 'kepompong' Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosa" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona.

Inti dari badah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya." (QS. An Nazii'at [79] : 40 - 41).
Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala," demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] : 6).
Akan tetapi kita bersyukur karena pada bulan Ramadhan ini Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan. Ibadah shaum kita harus ditingkatkan. Tidak hanya shaum atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika syetan dipelas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia akhirat. Hal lain yang paling utama harus kita jaga juga dalam bulan yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak. Barang siapa membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir, demikianlah sabda Rasulullah SAW.
Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.
Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.
Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah 'kepompong' Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona, amiin.***
By.AA.Gym

Tuesday, June 16, 2009

Terimalah Hidup Ini Sebagaimana Adanya

Kenikmatan hidup itu singkat saja, bahkan sering kali diikuti oleh penderitaan.Hidup berarti tanggung jawab, sebuah perjalanan di mana perubahan terus berjalan dan kesulitan demi kesulitan datang silih berganti.
Anda tidak akan mendapatkan seorang ayah, ibu, atau teman yang terbebas dari masalah.Allah telah menghendaki dunia ini dipenuhi oleh dua hal yang selalu berlawanan, yaitu kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan, kebahagiaan dan kesengsaraan.Dengan demikian, kebaikan, kebenaran dan kebahagiaan adalah untuk surga, sedang untuk kejahatan, kesalahan dan kesengsaraan adalah untuk neraka
Rasulullah SAW, bersabda:
“Dunia ini bersama dengan segala isinya mendapatkan kutukan, kecuali, mengingat Allah, apa yang mengikutinya (perbuatan baik dan apapun yang Allah ridhai), orang-orang berilmu serta orang yang menuntut ilmu.”
Jadi hiduplah anda sesuai dengan realitas anda tanpa harus membayangkan kehidupan yang ideal, yaitu kehidupan yang terbebas dari kecemasan dan kesengsaran.Terimalah hidup ini sebagaiman adanya dan beradaptasilah dengan lingkungan disekeliling anda.Anda tidak akan mendapatkan di dunia ini teman yang tanpa cela atau situasi yang sempurna, karena kesempurnaan adalah hal yang sangat asing dalam kehidupan ini.Perlu bagi kita untuk mengadakan perubahan-perubahan, seperti melakukan sesuatu yang mudah dan meninggalkan apa yang sulit, dan melupakan kesalahan yang diperbuat oleh orang lain.

Kategori Islam

Saturday, May 30, 2009

Hidup itu Perjuangan

Disuatu siang seorang pedangan asongan sedang istirahat di sebuah taman kota.Sambil menikmati semilir angin, matanya tertuju pada selembar daun yang ujungnya terdapat bungkusan kecil yang berwarna putih kecoklatan-coklatn.Baru kali ini pemuda itu mengamati secara serius fenomena kepompong yang waktu di desanya dahulu dapat di jumpai kapan saja.
Sudah sepuluh menit ia mengamati bungkusan kecil yang terus bergerak-gerak itu.Ia berfikir, alangkah beratnya perjuangan anak kupu-kupu yang berada dalam kepompong itu.Ia membayangkan, bagaimana kupu-kupu itu harus keluar dari lubang kecil yang besarnya tak melebihi lubang jarum itu?
Tak sabar, dan atas nama rasa ‘kasihan’ pengasong itu akhirnya mengeluarkan gunting kecil disakunya, lalu memotong ujungnya.Dalam hitungan detik, kupu-kupu itu keluar dari kepompong dalam bentuk tubuh gembrot dan sayap berkerut.Ia tunggu kupu-kupu itu terbang mengepakkan sayapnya.Tapi harapan tinggal harapan, sang kupu hanya bisa bergerak-gerak di tanah karena badannya terlalu gemuk dan sayapnya mengkerut, tidak mengembang.Hidup adalah kerja keras dan perjuangan.Siapa pun yang mengharapkan kesuksesan, harus merasakan terlebih dahulu pahit getirnya perjuangan dan beratnya kerja keras. Yang dimaksud kerja keras bukan sekedar membanting tulang dan memeras keringat, tapi di dalamnya juga terkandung pengertian memeras pikiran dan mengolah perasaan.Potensi fisik, akal, hati, dan ruhani didayagunakan seoptimal mungkin untuk meraih harapan dan cita-cita.Ditambah dengan doa dan tawakkal, insya Allah kesuksesan telah menunggu.
Setiap anak lahir diiringi dengan tetesan darah ibunya.Itu artinya, setiap anak manusia harus berjuang, bekerja keras, dan mau berkorban.Tidak ada yang gratis, tidak ada yang instand.Hidup kita baru memiliki arti jika ada keringat yang kita kucurkan.Ada air mata menetes.Jika perlu, ada darah yang keluar.
“Tidak sama antara Mukmin yang duduk-duduk (tidak ikut berperang) sedang ia tidak uzur dengan orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya.” (AnNisaa 4:95).
Dalam kehidupan nyata, betapa banyak kesalahan seperti yang dilakukan pedangan asongan tadi di atas.Masih banya orang tua yang tidak mau mendidik anaknya kerja keras dan kerja cerdas, tapi berharap anaknya sukses dikemudian hari.
Sudah dapat diduga, apa akibatnya jika”putra mahkota” diserahi kedudukan yang tinggi di perusahaan atau lembaga pendidikan atau di sebuah organisasi politik dan massa, semata-mata hanya karena dia adalah putra mahkota.Bukan karena kompetensi, kapasitas, dan kapabilitasnya.
Bersyukurlah jika saat ini kita sedang ditempa keadaannya, diuji oleh kondisi, dan dipaksa oleh nasib.Saatnya bagi kita untuk membuktikan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWY) itu benar.Kita bekerja keras, berjuang, bersungguh-sungguh melakukan perubahan.Pantang mengeluh, pantang putus asa, dan pantang menyerah.
Meta dan morphe, demikian asal kata metamorfosis yang diambil dari bahasa Yunani untuk menunjukkan arti perubahan yang terjadi pada seekor kupu-kupu.Suatu perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.Dari seekor ulat, menjadi kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu.Perubahan semacam inilah yang dikehendaki oleh islam dengan istilah hijrah.

Oleh Ustadz Abdurrahman Muhammah (Pimpinan Umum Hidayatulah)

Saturday, May 16, 2009

Takut (Al-Khawf)

Disebutkan didalam hadits dari Nabi saw.bahwa beliau bersabda,”Allah SWT menciptakan malaikat dengan memiliki sayap di timur dan sayap di barat.Kepalanya berada di bawah “Arsy” dan kedua kakinya berada di bawah bumi ketujuh.Ia memiliki bulu sejumlah makhluk Allah SWT.Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, dari umatku bershalawat kepada, Allah SWT memerintahkannya agar ia tenggelam di dalam lautan cahaya di bawah’Arsy.Ia tenggelam di dalamnya.Kemudian, ia keluar dan membentangkan sayapnya.Setiap bulunya meneteskan air.Dari setiap tetesan itu, Allah SWT menciptakan malaikat yang memintakan ampunan untuknya hingga Hari Kiamat.
Seorang bijak mengatakan, kesehatan jasmani terletak pada sedikit makan;keselamatan ruh terletak ada sedikit dosa; dan keselamatan agama terletak pada shalawat kepada manusia terbaik,Muhammad saw.
Orang mukmin adalah orang yang takut kepada Allah SWT dengan seluruh anggota badannya, sebagaimana dikatakan AL-Faqi Abu al-Layt, bahwa tanda ketakutan kepada Allah SWT itu tampak pada tujuh hal.Diantaranya sebagai berikut:

1.Lidahnya.Ia mencegahnya dari berkata dusta, menggunjing,memfitnah,menipu, dan perkataan yang tidak berguna.Sebaliknya, ia menyibukkan dengan zikir kepada Allah SWT,membaca Alquran, dan menghafal ilmu.
2.Kalbunya.Ia mengeluarkan dari dalam kalbunya rasa permusuhan, kedengkian, dan hasud kepada teman.Sebab hasud dapat mengapus kebaikan, sebagaimana sabda Nabi Saw;”Hasud memakan kebaikan seperti api membakar kayu bakar,”.Hasud termasuk penyakit berbahaya di dalam kalbu.Penyakit-penyakit kalbu itu tidak dapat di obati kecuali dengan ilmu dan amal.
3.Pandangannya.Ia tidak memandang makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya yang di haramkan.Pandangannya pun tidak ditujukan kepada keduniaan dengan penuh kecintaan.Sebaliknya, ia mengarahkan pandangannya kepada sesuatu dengan mengambil pelajaran,tanpa memandang sesuatu yang tidak halal baginya.Mengenai hal itu, Rasulullah saw, bersabda,” Barang siapa yang memenuhi kedua matanya dengan pandangan yang haram, niscaya pada Hari Kiamat Allah SWT memnuhi matanya dengan api neraka.”
4.Perutnya.Ia tidak memasukkan ke dalam perutnya makanan yang haram, sebab hal itu merupakan dosa besar.Sebagaimana Nabi saw bersabda,”Apabila satu suap makanan yang haram jatuh ke dalam perut anak Adam, setiap malaikat di langit dan bumi malaknatnya selama suapan itu berada di dalam perutnya.Jika ia mati dalam keadaan itu, tempat kembalinya adalah neraka jahanam.”
5.Tangannya.Ia tidak menjulurkan tangannya pada sesuatu yang haram.Sebaliknya, ia menggunakanya pada sesuatu yang mendatangkan ketaatan kepada Allah SWT.Diriwayatkan dari Ka’ab al-Ahbar, ia berkata,”Allah SWT membangunkan sebuah rumah dari batu permata hijau.Didalam rumah itu terdapat tujuh puluh ribu rumah yang masing-masing memiliki tujuh puluh ribu kamar.Tidak ada yang dapat memasukinya kecuali orang yang meninggalkan setiap yang haram karena takut kepada Allah SWT.”
6.Kakinya.Ia tidak berjalan untuk berbuat kemaksiatan kepada Allah.Sebaliknya, ia berjalan dalam ketaatan dan keridhaan-Nya serta dalam bergaul dengan para ulama dan orang-orang salih.
7.Ketaatannya.Ia menjadikan ketaatannya semata-mata untuk mencari keridhaan Allah SWT serta takut akan riya dan kemunafikan.Apabila melakukan hal itu, ia termasuk orang-orang yang disebutkan Allah SWT di dalam firmannya:

Kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS az-Zukhruf 43:35).
sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada di dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).(QS al-Hijr 15: 45)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan kenikmatan (QS ath-Thur 52:17).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam temapt yang aman.(QS ah-Dukhan 44:51)
Seakan-akan Allah SWT berfirman: Pada hari kiamat, mereka di selamatkan dari api neraka.


Dikutip dari buku Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi, karya Imam Al-Ghazali

Sunday, May 03, 2009

Senyum


"Senyummu terhadap saudaramu merupakan sedekah."
(Riwayat al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam (SAW) adalah pribadi yang selalu tersenyum.Diriwayatkan dari Jabir dalam Shaih Bukhari dan Muslim, Jabir berkata,”Sejak aku masuk Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menghindar dariku.Dan beliau tidakmelihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku,”.
Makanya, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tersenyum kepada saudara mereka.Ini menunjukan bahwa aktivitas tersenyum bukanlah hal yang remeh, apalagi sia-sia, bahkan sebaliknya.menunjukkan bahwa tersenyum itu sangat penting.
Pendapat itu didukung oleh para ahli.Majalah Psychology Today pernah menurunkan nasihat, dengan tersenyum orang lain yang baru mengenal bakal merasa nyaman untuk melakukan komunikasi.Dan ketika seseorang tersenyum, betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, otak mereka akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga memberi daya daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang.
Seorang psikolog di Universitas Michigan, Prof.James V.McConnel juga mengatakan bahwa, orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual dengan lebih efektif, serta mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia.Senyum itulah yang mendorong semangat.
Kesimpulannya, ternyata disamping baik untuk kondisi fisik dan psikis yang bersangkutan, senyuman juga memberikan dampak positif bagi orang lain.Pantaslah jika Rasulullah SAW menilainya sebagai bentuk sedekah.
Sumber:Majalah Hidayatullah


Thursday, October 25, 2007

Amanat


Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; namun semuanya enggan memikulnya-yakni menolak untuk menerima; mereka khawatir akan mengkhianatinya-yakni mereka takut tidak dapat menunaikan amanat itu, lalu mendapat hukuman, atau mereka takut mengkhianatinya (QS Al-Ahzab [33]:72)
Al-Qurthubi berkata,"Amanat itu mencakup semua tugas suci agama, menurut pendapat yang paling sahih.Itu adalah pendapat mayoritas ulama, mereka hanya berselisih pendapat di dalam perinciannya."
Ibnu Mas’ud berkata,"Amanat itu adalah harta seperti titipan dan sebagainya."
Diriwayatkan bahwa itu adalah di dalam seluruh ibadah fardhu.Utamanya adalah amanat harta.
Al-Hasan berkata,"Amanat itu ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung; semua itu dan segala isinya bergetar: lantas Allah berfirman, "Jika engkau berbuat baik, Aku akan memberikan pahala kepadamu.Akan tetapi, jika engkau berbuat jahat, Aku akan mengazabmu."
Langit, bumi, dan gunung mangatakan,"Tidak."
Amanat itu berkaitan dengan keimanan.Barang siapa yang menjaga amanat Allah, Allah menjaga keimannannya.Nabi saw.bersabda,"Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak menunaikan amanat;tidak ada agama bagi orang yang tidak memenuhi janjinya."Rasulullah saw,bersabda,"Tunaikanlah amanat kepada orang yang mempercayaimu, dan janganlah berkhianat kepada orang yang berkhianat kepadamu."
Didalam shahihayn disebutkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw.bersabda,"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga:Jika berkata ia berdusta;jika berjanji, ia menginkari; dan jika dipercaya, ia berkhianat."
Artinya, apabila seseorang mempercayai dengan suatu perkataan, berarti ia mengkhianatinya ketika menyebarkannya kepada orang lain.Apabila dititipi sesuatu, berarti ia berkhianat jika mengingkarinya;tidak menjaganya;dan menggunakannya tanpa izin pemiliknya.Jadi, menjaga amanat merupakan sifat para malaikat yang didekatkan, para nabi dan para rasul, serta akhlak orang-orang benar yang bertakwa.Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (QS An-Nisa [4]:58)
Para musafir mengatakan,"Ayat ini mencakup banyak pokok syariat dan ditujukan kepada mukallaf yang menjadi pemimpin dan lainnya.Jadi, wajib bagi para pemimpin barlaku adil kepada orang yang teraniaya dan memberikan haknya sebagai amanat, serta menjaga harga kaum Muslim, terutama anak-anak yatim.Wajib bagi para ulama mengajarkan hukum-hukum agama kepada masyarakat awam.Itu adalah amanat yang harus dijaga oleh para ulama.Wajib bagi orang tua membimbing anaknya dengan pendidikan yang baik, karena itu pun amanat baginya.Nabi saw. Bersabda,"masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya."

Dikutip dari buku Menyingkap Hati Menghampiri Illahi karya Imam Al-Ghazali

Wednesday, September 12, 2007

Marhaban Ya Ramadhan


Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami sekeluarga mengucapkan.....

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN


Monday, September 03, 2007

Panduan Ibadah Ramadhan


Tinggal beberapa hari lagi para umat islam akan menjalani puasa.Tentu saja perlu persiapan-persiapan, baik jasmani maupun rohani.Sebagai panduan untuk persiapan tersebut, berikut saya berikan ebook yaitu Panduan Ibadah Ramadhan.ebook ini
mengakaji tentang Ramadhan, baik terkait dengan masalah tarbiyah, fikriyah, ruhiyah, maupun terkait dengan fiqihnya.Ebook ini saya dapat dari seorang teman dan saya postingkan ke Marchsya blog ini untuk sharing bagi yang ingin membacanya.Semoga bermanfaat!

Silakan anda DOWNLOAD DISINI jika ingin membaca ebook ini.


Wednesday, August 22, 2007

Siapa Diriku Sebenarnya?

dari judul diatas, mungkin kita akan bertanya-tanya, siapa sebenarnya saya?Apa yang saya cari sebenarnya?.Artikel ini aku dapatkan dari seorang teman melalui email dan sangat bagus untuk kita baca.judulnya "KNOWING YOURSELF, KNOWING YOUR HAPPYNESS" yang ditulis oleh Charlie. L.Mungkin artikel ini sudah pernah dimuat disalah satu situs atao blog, tapi ada baiknya saya mensharing lagi bagi yang belum pernah membacanya.

Berikut beberapa kutipan dari artikel tersebut:
Kita seumur hidup mengejar titel, mengejar sertifikat, mengejar nama, mengejar status, mengejar cinta, mengejar benda materi, mengejar pujian – semuanya untuk apa?
Kita selalu mengejar apa yang diinginkannya, karena hal itu dianggapnya sebagai ’cara’ untuk menemukan kebahagiaan. Padahal dengan kejar mengejar itu apakah semua itu membahagiakan dirimu? Senang sesaat mungkin. Tapi bahagia? Belum tentu.
Rasa resah, gelisah, cemas, tidak pede, tidak bahagia, gampang tergoyangkan tetap datang silih berganti, padahal sepertinya apapun yang kita inginkan selalu terpenuhi. Kebutuhan kita pun sudah tercukupi.
Penderitaan itu selalu ada karena keinginan yang tak pernah tercukupi. Keinginan berbeda dengan kebutuhan.
(”True Self” adalah jiwa yang dinyatakan dengan = Nafs al Muthma’inah = Jiwa yang tenang)

“Ya ayatuhan Nafs al Mutha’inah, ir’jii illa rabbiki radiyatam mardiyah fadh kuli ibadihi wadh kuli jannah” (Al Fajr 27-28)
Wahai Jiwa-Jiwa yang tenang, kembalilah pada Ku dengan ke adaan ridha (ikhlas / nrimo) dan di ridhai, maka masuklah ke dalam surga Ku. (Al Fajr 27-28)

Jika anda ingin mendapatkan seluruh isi artikel ini, silakan didownload DISINI

Friday, August 10, 2007

Enam Pintu yang Menutup Taufiq Allah SWT

1.Sibuk dengan nikmat dan lupa bersyukur kepada Allah SWT.

2.Kecintaan terhadap ilmu tidak dibarengi dengan semangat mengamalkannya.

3 Cepat berbuat maksiat lambat bertaubat.

4.Bergaul dengan orang-orang shaleh namun enggan meneladani.

5.Dunia meninggalkannya tapi justru ia mengejarnya.

6.Akhirat mendatanginya tapi ia berpalin darinya


Dari: Buletin Ar-Rahmah edisi 525


Monday, August 06, 2007

Satu Hati Dua Cinta

Suatu hari, Fudhail bin Iyad, duduk memangku anaknya yang berusia empat tahun.Sesekali dia mencium pipi anak itu sebagai ungkapan rasa sayangnya.Melihat kasih sayang yang ditunjukkan sang ayah, anak tersebut selanjutnya dengan polos bertanya,”Ayah, apakah engkau mencintai aku?”.
Fudhail kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu dari anaknya.Dia kemudian menjawab,”Ya, anakku.Tentu, saja ayah sangat mencintaimu,”.
Sang anak kemudian melanjutkan pertanyaannya,”Apakah engkau mencintai Tuhan?” Fudhail kembali mengungkapkan jawaban yang sama,”Ya.”
Mendengar jawaban anaknya, ternyata pertanyaan sang anak tidak berhenti sampai disistu.Dia kemudian kembali bertanya,”Berapa hati yang ayah miliki?”
Dengan rasa penasaran yang menggunung akan maksud pertanyaan anaknya, Fudhail kemudian berkata,”Satu.”
Sang anak kemudian bertanya lagi,”Dapatkah ayah mencintai dua hal dengan satu hati?”.Saat itu pula Fudhail terhenyak.Ia sadar yang berbicara bukanlah anak kecilnya yang lugu, melainkan zat Yang Mahakuasa.Merasa malu, ia mulai memukuli kepalanya dan bertobat.Sejak saat itu, ia hanya persembahkan hatinya untuk Tuhan.

Dari: Kisah Teladan

Tuesday, July 24, 2007

Youtube atau Youtubeislam?


Siapa yang tidak kenal dengan YouTube?
Suatu situs penyedia film gratis terbesar di dunia.Hampir setiap hari situs ini diakses jutaan orang untuk sekedar melihat atau mendownload film yang tersedia di dalam.Film yang bisa di download pun bermacam-macam, mulai dari film tentang alam, sport, perang, film untuk ilustrasi dan sebagainya.
YouTube menyediakan puluhan hingga ratusan juta video yang setiap saat dapat di download yang mana video-video ini merupakan hasil upload dari para anggota YouTube itu sendiri.Dengan demikian menempatkan YouTube sebagai situs yang terpadat lalulintas aksesnya.Setelah dibeli oleh Google seharga 1,65 milyar dollar, YouTube akan semakin diakui oleh para pesaingnya.
Namun demikian bukan berarti YouTube tidak ada masalah.Masalahnya terutama pada hak cipta dari video-video yang di upload ke YouTube.Video yang di upload dan di sebarkan tanpa izin dari pemilik hak cipta.Bukan hanya itu saja, beberapa video yang di upload juga ada yang berbau pornografi.
Adalah YouTubeIslam bukan bermaksud menyaingi situs YouTube, tetapi situs YouTubeIslam ini dikhususkan untuk untuk film-filn yang tidak berbau pornografi dan kekerasan.Walaupun jumlah pengguna dan anggotanya masih sedikit, tapi situs ini terus akan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi.Situs YouTubeIslam ini khusus menyediakan film-film tentang islam, seperti lagu-lagu islam, video debat Ahmad Deedat, video Harun Yahya, lantunan ayat suci Al-quran dari berbagai negara islam, dan banyak lagi.

Monday, July 23, 2007

Kesaksian Sehelai Bulu Mata

Alkisah, pada hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili.Ia di tuduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat.Tetapi ia bersikeras membantah,”Tidak. Demi langit dan bumi, sungguh itu tidak benar.Saya tidak melakukan semua itu, “.
Namun, malaikat berkata,”Tetapi, saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa.”Orang itu menoleh kekiri dan kekanan, lalu ke segenap penjuru.Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri.Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah,” Manakah saksi-saksi yang kau maksud?.Disini tidak ada siap-siap kecuali aku dan suaramu,”
.”Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.Tiba-tiba mata angkat bicara,”Saya yang memandangi.”Disusul oleh telinga,”saya yang mendengar.”Hidung pun tidak ketinggalan,”Saya yang mencium.”Bibir ikut mengaku,”Saya yang merayu.”Tangan meneruskan,”Saya yang memegang,”Kaki menyusul.”Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”Dalam keadaan putus asa, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya,”Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”Malaikat kemudian menjawab,”Silakan.”
Bulu mata itupun berkata,”Terus terang saja, saat menjelang ajalnya, pada saat tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata.Saat itu, ia menangis menyesali perbuatan buruknya.Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba yang bertobat, walaupun selembar bulu matanya yang terbasahi air mata, dia sudah diharamkan dari ancaman api neraka?Maka saya selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesurga.Sampai terdengar suara bergema kepada para penghuni surga,”Lihatlah, Hamba Allah ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata.”

(Dari kisah teladan)

Sunday, July 15, 2007

Pemimpin Menurut Islam

Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.
Dalam islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan dengan hal tersebut,diantaranya sebagai berikut:
Niat yang Lurus
Hendaklah saat menerima suatu tanggung jawab, dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan.Lalu iringi hal itu dengan mengharapkan keridhaan-Nya saja.Kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.
Laki-Laki
Wanita sebaiknya tidak memegang tampuk kepemimpinan.Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,”Tidak akan beruntung kaum yang dipimpim oleh seorang wanita (Riwayat Bukhari dari Abu Bakarah Radhiyallahu’anhu).
Tidak Meminta Jabatan
Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin.Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Berpegang pada Hukum Allah.
Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.Allah berfirman,”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).
Jika ia meninggalkan hukum Allah, maka seharusnya dicopot dari jabatannya.
Memutuskan Perkara Dengan Adil
Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
Tidak Menutup Diri Saat Diperlukan Rakyat.
Hendaklah selalu membuka pintu untuk setiap pengaduan dan permasalahan rakyat.Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
Menasehati rakyat
Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”
Tidak Menerima Hadiah
Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya.Rasulullah bersabda,” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).
Mencari Pemimpin yang Baik
Rasulullah bersabda,”Tidaklah Allah mengutus seorang nabi atau menjadikan seorang khalifah kecuali ada bersama mereka itu golongan pejabat (pembantu).Yaitu pejabat yang menyuruh kepada kebaikan dan mendorongnya kesana, dan pejabat yang menyuruh kepada kemungkaran dan mendorongnya ke sana.Maka orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah,” (Riwayat Bukhari dari Abu said Radhiyallahu’anhu).
Lemah Lembut
Doa Rasullullah,’ Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya.
Tidak Meragukan dan Memata-matai Rakyat.
Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim).

Dikutip dari majalah Hidayatullah

Wednesday, July 04, 2007

Ikhwan Sejati

dari Indrianti
Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...
Sang Ibu tersenyum dan menjawab...
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah... Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...
....setelah itu, ia kembali bertanya...
" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"
Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tentang dia..." ia pun mengambil buku itu
"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu

Followers

money online © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO