Monday, August 13, 2007

Harapan pada Pilkada Sul-sel

Bulan November merupakan bulan yang sangat menentukan untuk masyarakat Sulawesi Selatan.Dimana pada bulan tersebut akan dilaksanakan pilkada Sul-Sel untuk memilih gubernur dan wakil gubernur untuk periode lima tahun kedepan.Persiapan-persiapan bagi ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sudah dilakukan sejak jauh jauh hari.Banyak harapan-harapan dari masyaraat Sulawesi Selatan agar pelaksaan pilkada nanti, sebelum dan sesudahnya dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan tanpa gangguan yang berarti. Harapan ini cukup lah beralasan karena dari beberapa pilkada yang dilaksanakan di berbagai daerah lain, buntut-buntutnya adalah rasa ketidak puasan dan cenderung bersikap dan bertindak anarkis.
Kalau dilihat pada pilkada DKI yang baru saja dilaksanakan, pelaksanaanya dapat dikatakan berjalan lancar, aman dan tertib.Walaupun hasil penghitungan suara belum berakhir tapi dapat dipastikan pasangan Fauzi Bowo - Prijanto sudah pasti memenangkan pilkada DKI ini.Dengan lapang dada dan sportivitas yang tinggi pasangan Adang - Anwar pun sudah mengakui atas kemenangan Fauzi Bowo-Prijanto
Belajar dari pelaksanaan pilkada DKI, mudah-mudahan masyarakat Sulawesi Selatan dapat melaksanankan kegiatan pilkada Sul-Sel ini lebih baik lagi dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Buat ketiga calon gubernur dan wakil gubernur yang terpilih nanti bahwa menjadi seorang pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik ,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.

Sunday, August 12, 2007

Dua Mantan Menteri Main Film


Dua orang mantan Menteri yaitu Yusril Ihza Mahendra (mantan Menteri Sekretaris Negara) dan Saifullah Yusuf ( mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal), sedang membintangi sebuah film TV Laksamana Cheng Ho yang di produksi oleh Kantana Ltd. Salah satu perusahaan film raksasa di Thailand.Dalam film tersebut, Yusril menjadi pemeran utama yakni memerankan Laksamana Cheng Ho.Sedangkan, Saifullah Yusuf memerankan Raja Majapahit, Wikramawardhana.
Film garapan sutradara Thailand, Nirattisai Kanjareuk ini melibatkan pemain-pemain dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Tiongkok.Dari Indonesia saja melibatkan 850 pemain dan yang terbanyak pemain dari Tiongkok yaitu 3 ribuan pemain.Tentu saja jumlah pemain dalam film ini sangat banyak karena film Laksamana Cheng Ho merupakan sebuah film kolosal.
Film ini terdiri dari 26 episode dan menghabiskan dana USD 3 juta akan mulai ditayangkan serentak pada bulan Januari 2008 di enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Indonesia, Kamboja, Vietnam, dan China.Untuk penayangan di Indonesia akan ditayangkan oleh salah satu TV swasta.
Kita tunggu saja bersama aksi kedua mantan politisi kita.

Friday, August 10, 2007

Enam Pintu yang Menutup Taufiq Allah SWT

1.Sibuk dengan nikmat dan lupa bersyukur kepada Allah SWT.

2.Kecintaan terhadap ilmu tidak dibarengi dengan semangat mengamalkannya.

3 Cepat berbuat maksiat lambat bertaubat.

4.Bergaul dengan orang-orang shaleh namun enggan meneladani.

5.Dunia meninggalkannya tapi justru ia mengejarnya.

6.Akhirat mendatanginya tapi ia berpalin darinya


Dari: Buletin Ar-Rahmah edisi 525


Thursday, August 09, 2007

Tahun 2007 Cuaca Terburuk


Berhati-hatilah jika anda termasuk akan melakukan perjalanan jauh.Bukan menakut-nakuti, tapi begitulah kenyataannya bahwa akhir-akhir ini cuaca sangat tidak bersahabat diakibatkan oleh adanya pemanasan global.
Hasil Riset
Bumi bukan lagi tempat yang nyaman bagi umat manusia.Kalimat itu bukan lagi slogan kampanye lingkungan hidup, melainkan kesimpulan dari World Meteorological Organization (WMO), badan PBB yang memantau cuaca, atas riset pantauan iklim dan cuaca pada paro pertama 2007
Dalam riset oleh ahli cuaca dari 188 negara anggotanya, WMO menyatakan temperature permukaan bumi pada Januari sampai April tercatat paling tinggi.Kenaikan temperature permukaan bumi naik dari 1 derajat Celcius dari rata-rata suhu bumi pada bulan tersebut sejak observasi cuaca global yang dilakukan pada tahun 1880.
Sebagian ilmuwan yakin bahwa cuaca ekstrem semakin sering muncul karena peningkatan emisi gas beracun kabondioksida.Dampak pemanasan tersebut adalah banyaknya bencana-bencana alam, seperti banjir bandang di India, Bangladesh, dan Nepal, musim hujan paling lama dan paling lebat sejak tahun 1766 yang terjadi di Inggris, banjir di negara Afrika , dan juga gelombang-gelombang pasang yang terjadi di perairan Indonesia.

Sejarah iklim Bumi
Tentu muncul pertanyaan, apakah emisi gas rumah kaca ke atmosfir itu hanya berdampak buruk? Dan apakah iklim Bumi selamanya tetap nyaman seperti beberapa abad terakhir ini? Keberadaan gas rumah kaca khususnya karbondikosida di atmosfir ternyata juga amat bermanfaat bagi iklim Bumi. Jika atmosfir Bumi tidak mengandung gas rumah kaca, suhu rata-rata di permukaan Bumi hanya akan mencapai minus 15 derajat Celsius. Artinya kita berada di zaman es. Volume karbondioksida di atmosfir bersama pancaran sinar matahari, adalah sebuah sistem yang rumit, yang menentukan situasi iklim di Bumi. Sejak beberapa juta tahun lalu, Bumi mengalami siklus zaman es atau disebut periode glasial dan zaman yang lebih hangat atau periode interglasial secara konstan. Para pakar iklim membuat rumusan sederhana, menyangkut kandungan gas rumah kaca dan pergantian zaman es dan zaman hangat ini. Di zaman yang lebih hangat, kandungan karbon dikosida di atmosfir volumenya satu setengah kali lebih banyak dibanding pada zaman es. Jadi jika dilihat dari sejarah iklim bumi dalam kurun waktu beberapa juta tahun terakhir, zaman ini seharunya kita sudah memasuki zaman es berikutnya. Namun kenyataannya adalah kebalikannya. Suhu rata-rata di Bumi pada dua abad terakhir ini terus meningkat. Penyebabnya, dalam 150 tahun terakhir ini, negara-negara industri maju memproduksi karbondioksida dalam jumlah amat besar, yang kemudian sampai ke atmosfir Bumi. Akibatnya, zaman es berikutnya sesuai fluktuasi iklim bumi, kemungkinan besar tidak akan datang. Padahal, dalam kurun waktu 2,7 juta tahun ini, fluktuasi antara zaman es dan zaman yang lebih hangat, amat stabil. Pengamatan iklim purba, atau Paleoklima di zaman gelologi Kuarter dari era Pleistosen hingga era saat ini Holozen, menunjukan bahwa dalam dua juta tahun terakhir ini, terjadi 16 siklus glasial dan interglasial. Zaman es biasanya berlangsung antara 50 ribu hingga 100 ribu tahun dan zaman yang lebih hangat antara 10 ribu hingga 20 ribu tahun.Menanggapi fenomena baru yang saat ini terjadi, peneliti iklim dan geolog terkemuka Jerman dari pusat penelitian kebumian di Potsdam, Gerald Haug menjelaskan : “Apa yang kita lakukan sekarang adalah sebuah rekayasa pada sistem ini. Kita akan mencapai sebuah nilai ambang batas, yang untuk pertama kalinya tidak dapat dibalik lagi. Jadi kita membuat produk artifisial dalam tatanan yang sama sekali berbeda, yang tidak lagi berkaitan dengan siklus alami. Dan kita membawa sistem iklim ini ke posisi sistem yang amat berbeda.“Dampaknya, kemungkinan zona iklim dan arus samudra juga mengalami pergeseran. Rincian pengaruhnya pada flora, fauna, manusia dan cuaca hanya dapat dilihat, jika prosesnya sudah berjalan cukup jauh. Namun tidak akan dapat dibuat peramalan mengenai sebuah skenario akhir dari proses ini. Model-model yang dibuat untuk kawasan yang berbeda-beda di dunia, hanya menggambarkan kemungkinan perubahan iklim, cuaca dan persyaratan kehidupan. Untuk dapat membuat model menyangkut kemungkinan perubahan iklim global, para peneliti kembali ke sejarah iklim dunia. Mereka memrogram model komputernya untuk dapat membuat simulasi situasi iklim, yang dahulu pernah menjadi kenyataan. Data sejarah bumi termasuk iklimnya dari zaman purbakala diperoleh dari pengeboran sedimen di lautan dan samudra atau lapisan es di kawasan Antartika. Dalam tahun kutub internasional ini, juga akan dilakukan berbagai proyek untuk memperoleh data sejarah dan proses perubahan siklus iklim bumi. Dari lapisan bumi yang didapat dari hasil pengeboran, ibaratnya dapat dibaca bagaimana situasi masing-masing zaman. Misalnya dari inti bor yang berumur sekitar lima juta hingga 1,8 juta tahun lalu, yakni yang disebut era Pliosen dalam sejarah geologi, dapat diperoleh data yang menjelaskan kondisi Bumi saat itu. Haug lebih lanjut menjelaskan :“Di zaman geologi Pliosen terlihat fenomena pemanasan global, jauh lebih tegas dari saat ini. Jadi ini merupakan analogi geologi sebuah dunia, dimana samasekali tidak terdapat lapisan es di seluruh belahan utara. Dan saya yakin, ini sebuah dunia yang kondisinya akan kita capai pada abad ini. Dan pada abad mendatang, diperkirakan bahkan akan terlampaui, dimana seluruh sirkulasi samudra dapat mengalami perubahan.“

Wednesday, August 08, 2007

Donwload Wallpaper


Jika anda ingin wallpaper DragonBall, silakan download disini:

  • Download1

  • Download2

  • Download3

  • Download4

  • Download5

  • Download6

  • Download7

  • Download8

  • Download9

  • Download10

  • Download11

  • Download12

  • Download13



  • Jika anda ingin wallpaper Spiderman, silakan download disini:
  • Download1

  • Download2

  • Download3

  • Download4

  • Download5

  • Download6

  • Download7

  • Download8

  • Download9

  • Download10

  • Download11

  • Download12

  • Download13

  • Download14

  • Download15

  • Download16

  • Download17

  • Download18

  • Download19

  • Download20

  • Download21

  • Download22


  • Monday, August 06, 2007

    Satu Hati Dua Cinta

    Suatu hari, Fudhail bin Iyad, duduk memangku anaknya yang berusia empat tahun.Sesekali dia mencium pipi anak itu sebagai ungkapan rasa sayangnya.Melihat kasih sayang yang ditunjukkan sang ayah, anak tersebut selanjutnya dengan polos bertanya,”Ayah, apakah engkau mencintai aku?”.
    Fudhail kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu dari anaknya.Dia kemudian menjawab,”Ya, anakku.Tentu, saja ayah sangat mencintaimu,”.
    Sang anak kemudian melanjutkan pertanyaannya,”Apakah engkau mencintai Tuhan?” Fudhail kembali mengungkapkan jawaban yang sama,”Ya.”
    Mendengar jawaban anaknya, ternyata pertanyaan sang anak tidak berhenti sampai disistu.Dia kemudian kembali bertanya,”Berapa hati yang ayah miliki?”
    Dengan rasa penasaran yang menggunung akan maksud pertanyaan anaknya, Fudhail kemudian berkata,”Satu.”
    Sang anak kemudian bertanya lagi,”Dapatkah ayah mencintai dua hal dengan satu hati?”.Saat itu pula Fudhail terhenyak.Ia sadar yang berbicara bukanlah anak kecilnya yang lugu, melainkan zat Yang Mahakuasa.Merasa malu, ia mulai memukuli kepalanya dan bertobat.Sejak saat itu, ia hanya persembahkan hatinya untuk Tuhan.

    Dari: Kisah Teladan

    Followers

    money online © 2008 Template by Dicas Blogger.

    TOPO