Perlukah Blog Dirubah Menjadi Do Follow?
1.Blog tersebut mempunyai konten yang bermutu dan selalu diupdate.
2.Blog harus kelihatan friendly bukan malah menyeramkan bagi pengunjung.Buatlah senyaman mungkin para pembaca blog dengan menyediakan tab navigasi yang memudahkan untuk bisa menemukan konten dari blog.
3.Melakukan tukar link sesama blog terutama terhadap blog yang sudah mempunyai page rank tinggi.
4.Memberi tautan internal link didalam blog itu sendiri dan mengurangi external link apalagi yang tidak ada hubungan dengan konten blog.
5.Mendaftar menjadi anggota social net seperti seperti Twitter, Mybloglog, dll.
6.Melakukan blog walking dan memberi komentar.
Cara-cara diatas juga saya lakukan walaupun baru dua bulan ini melakukan update blog karena sempat vakum selama satu tahun lebih, PR marchsya blog ini masih bertahan pada PR-3 dan kenaikan traffic yang signifikan dari 2 jutaan ke 504 ribu (versi alexa)
Yang saya tahu keuntungannya adalah akan menarik pengunjung untuk memberi komentar pada postingan.Ini tentu saja akan menaikkan traffic kunjungan.Pengunjng akan rajin memberi komentar pada blog Do Follow karena setiap link pada komentar mereka dapat menjadi one way backlink yang dapat disearch google.
Lalu kerugiannya?
1.Untuk blog Do Follow kemungkinan akan mempunyai banyak external link yang akan menurunkan page rank blognya.Andaikan 1 orang pengunjung memberi komentar 10 kali berarti blog Do Follow ini mempunyai external link sebanyak 10 link.Gimana jika 10 orang melakukan hal yang sama?
2.Akan memungkinkan masuknya komentar yang bernada spam.Kecuali blog Do Follow ini menerapkan sistem moderator komentar sebelum dipublish.
Kembali kepada anda sebagai pemilik blog apakah perlu mengubah status blog anda dari No Follow menjadi Do Follow? Jika anda memutuskan mengubahnya menjadi Do Follow, silakan melihat cara mengubah NoFollow menjadi DoFollow pada blog.








